Fotografi bisa diibaratkan melukis
dengan cahaya, Cahaya adalah tintanya,
kamera dan lensa adalah kuasnya dan film atau sensor sebagai kanvasnya.
Seni fotografi berbeda dengan seni design (tukang edit gambar) dimana dalam seni
fotografi bukan hanya hasil yang membuat puas tetapi ada kenikmatan momen dan keadaan
tertentu saat memotret.
ada beberapa teknik dasar penggunaan kamera untuk memotret objek sesuai dengan yang
kita inginkan, yaitu :
Shuter speed
* adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD
pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional.
* Fungsinya untuk membuat efek diam atau bergerak pada objek.
* Pada kamera nilai shuter speed tertulis dalam angka-angka 250,125,60,30,15 dst.
Artinya lama penyinarannya 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
* Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan.
* Untuk menciptakan efek diam pada benda bergerak gunakan shutter speed diatas 125
* Sebaliknya untuk menciptakan efek bergerak pada obyek tadi gunakan shutter speed
kurang dari 125. Dan cara memotretnya harus mengikuti kecepatan objek sehingga
akan diperoleh efek latar yang seolah-olah bergerak.
* Perlu diperhatikan semakin besar kecepatan objek bergerak maka dibutuhkan shutter
speed yang besar pula untuk menciptakan efek diam.
* Bila menggunakan shutter speed dibawah 30 sebaiknya gunakan tripod karena akan
menyebabkan camera shaking sehingga hasilnya akan goyang atau tidak tajam.
* pada beberapa kamera disediakan settingan untuk memotret sekali (one shot) atau
beberapa kali dalam satu jepretan (multi-shot), ini dapat membantu kita dalam
mendapatkan objek yang bergerak.
Aperture
* Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film
atau sensor.
* Fungsinya adalah mempertajam/mempertegas/memfokuskan objek yang ingin kita ambil.
* Pada kamera tertulis dalam nilai-nilai f/2,8; f/4; f/5,6 dst.
* Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter
bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6
* semakin besar f-number (contoh f/22) rentang ketajaman akan semakin lebar, sehingga
objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik.
* Sebaliknya, jika menggunakan f-number kecil (contoh f/2,8) maka akan diperoleh efek
blur/buram untuk objek di depan dan dibelakang fokus utama.
ISO
* Adalah kepekaan media (film/sensor) terhadap cahaya
* semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar,
sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat
digunakan secara maksimal.
* Perlu diperhatikan, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat
noise
masih cukup banyak teknik lain yang sangat menentukan seperti :
* ketepatan momen dan keadaan memotret objek
* kepiawaian menentukan komposisi (keselarasan objek-latar-cahaya-warna-dll) dan
sudut ambil gambar
teknik-teknik tersebut akan berkembang seiring dengan banyaknya jam pemotretan.
Segimanapun canggihnya kamera, yang menentukan hasil jepretan adalah orang yang berada di belakang kamera. Suatu objek pasti memiliki suatu keindahan meski mungkin tersembunyi, cobalah melihat dari sisi baiknya..Itulah seninya..
Semoga bermanfaat, SHARE UR HAVE, SHARE UR LIFE
kamera dan lensa adalah kuasnya dan film atau sensor sebagai kanvasnya.
Seni fotografi berbeda dengan seni design (tukang edit gambar) dimana dalam seni
fotografi bukan hanya hasil yang membuat puas tetapi ada kenikmatan momen dan keadaan
tertentu saat memotret.
ada beberapa teknik dasar penggunaan kamera untuk memotret objek sesuai dengan yang
kita inginkan, yaitu :
Shuter speed
* adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD
pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional.
* Fungsinya untuk membuat efek diam atau bergerak pada objek.
* Pada kamera nilai shuter speed tertulis dalam angka-angka 250,125,60,30,15 dst.
Artinya lama penyinarannya 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
* Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan.
* Untuk menciptakan efek diam pada benda bergerak gunakan shutter speed diatas 125
* Sebaliknya untuk menciptakan efek bergerak pada obyek tadi gunakan shutter speed
kurang dari 125. Dan cara memotretnya harus mengikuti kecepatan objek sehingga
akan diperoleh efek latar yang seolah-olah bergerak.
* Perlu diperhatikan semakin besar kecepatan objek bergerak maka dibutuhkan shutter
speed yang besar pula untuk menciptakan efek diam.
* Bila menggunakan shutter speed dibawah 30 sebaiknya gunakan tripod karena akan
menyebabkan camera shaking sehingga hasilnya akan goyang atau tidak tajam.
* pada beberapa kamera disediakan settingan untuk memotret sekali (one shot) atau
beberapa kali dalam satu jepretan (multi-shot), ini dapat membantu kita dalam
mendapatkan objek yang bergerak.
Aperture
* Adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke film
atau sensor.
* Fungsinya adalah mempertajam/mempertegas/memfokuskan objek yang ingin kita ambil.
* Pada kamera tertulis dalam nilai-nilai f/2,8; f/4; f/5,6 dst.
* Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya dan semakin kecil pula diameter
bukaannya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6
* semakin besar f-number (contoh f/22) rentang ketajaman akan semakin lebar, sehingga
objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik.
* Sebaliknya, jika menggunakan f-number kecil (contoh f/2,8) maka akan diperoleh efek
blur/buram untuk objek di depan dan dibelakang fokus utama.
ISO
* Adalah kepekaan media (film/sensor) terhadap cahaya
* semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar,
sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat
digunakan secara maksimal.
* Perlu diperhatikan, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat
noise
masih cukup banyak teknik lain yang sangat menentukan seperti :
* ketepatan momen dan keadaan memotret objek
* kepiawaian menentukan komposisi (keselarasan objek-latar-cahaya-warna-dll) dan
sudut ambil gambar
teknik-teknik tersebut akan berkembang seiring dengan banyaknya jam pemotretan.
Segimanapun canggihnya kamera, yang menentukan hasil jepretan adalah orang yang berada di belakang kamera. Suatu objek pasti memiliki suatu keindahan meski mungkin tersembunyi, cobalah melihat dari sisi baiknya..Itulah seninya..
Semoga bermanfaat, SHARE UR HAVE, SHARE UR LIFE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar